Kupas Tuntas Finishing Furniture Closed Pore

Kupas Tuntas Finishing Furniture Closed Pore Terbaik

Banyak sekali permintaan furniture namun sangat jarang pembeli yang mengerti tentang jenis finishing yang akan digunakan. Padahal finishing ini akan menentukan harga dari furniture. SOP Jepara Art Furnicraft sangat jelas untuk mendapatkan hasil furniture sempurna dengan finishing yang melapisi dengan sempurna juga. Untuk itulah dalam setiap penawaran furniture sudah dengan bundle finishing menggunakan tekhnik closed pore. Inilah jenis finishing paling terbaik yang sering Kami gunakan untuk project furniture dengan kualitas terbaik.

Apa Itu Finishing Furniture Closed Pore?

Jenis finishing furniture dengan cara melapisi seluruh permukaan furniture hingga pori pori kayu tertutup rapat dengan bahan finishing. Fokus utama pada proses sanding ( amplas tangan ) dan aplikasi bahan sanding sealer sebagai base coated atau pelapis dasar. Untuk menghasilkan permukaan yang tertutup rapat maka dalam proses sanding sealer bisa di ulang 3-5 kali dengan amplasan pada setiap lapisan ini. Memakan waktu yang cukup lama dalam memproses finishing karena harus diulang ulang. Merupakan jenis finishing paling terbaik sebagai komoditas furniture Jepara Art Furnicraft.

Tampilan Furniture Closed Pore Mewah, Halus, Mulus & Rata

Jelas tampilan lebih elegant dan mewah karena permukaan kayu yang terlapisi dengan sempurna. Lubang kecil pori pori yang biasanya bisa dilihat pun tertutup rapat dengan bahan finishing. Jika di raba akan terasa licin & halus tidak ada sentuhan pori pori yang terasa. Permukaan furniture yang dihasilkan juga rata. Meskipun identik dengan top coated glossy namun clear doff pun akan terasa licin dan tetap halus.

Bahan Finishing Untuk Closed Pore

Bahan finishing yang digunakan untuk aplikasi closed pore ini adalah pigmented dan solvent based seperti Polyurethane, Melamine, Resin E-poxy & Cat Duco. Bisa menggunakan bahan Nitro Cellulose ( NC ) namun hanya bisa pada tahapan terakhir atau clear saja. Karena NC sifatnya hanya menghaluskan permukaan saja dan identiknya dengan finishing furniture open pore atau pori kayu terbuka. sedangkan base coated harus menggunakan bahan diluar NC atau waterbased.

Proses Spray Sanding Sealer

Closed Pore Dari Bahan Base Coated Sanding Sealer Atau Wood Filler?

Sebagai produsen furniture Kami akan mencoba meyakinkan calon pembeli mengenai kualitas dan bahan finishing yang Kami gunakan. Jelas bahwa closed pore adalah menutupi seluruh permukaan furniture hingga ke dalam pori pori kayu. Tekhnik ini bisa menggunakan 2 bahan base coated yaitu sanding sealer atau menggunakan wood filler. Berikut ini akan kami jelaskan kedua bahan tersebut :

Sanding Sealer

Merupakan bahan pelapis dasar yang berwarna bening yang berfungsi menutup permukaan dan pori pori kayu. Closed pore sangat bergantung pada bahan ini, dimana proses yang diulang ulang akan membentuk lapisan tebal dan maksimal. Warna base coated bening akan mempertahankan warna serat kayu dan tidak menutupinya. Sifat sanding sealer yang merekat kuat pada pori pori kayu.

Wood Filler / Dempul Kayu

Wood Filler adalah dempul kayu yang mempunyai fungsi untuk menambal kayu yang cacat atau lubang kayu yang dapat merusak penampilan. Mempunyai warna yang keruh walaupun natural dan menutupi warna serat kayu yang akan di finishing. Jelas kalau bahan ini digunakan dalam tekhnik finishing closed pore akan menyamarkan bahkan menutupi seluruh permukaan dan pori pori kayu. Bahan ini sering digunakan untuk menghemat cost produksi furniture dengan finsihing closed pore. Di samping waktu yang cepat karena bahan ini cepat mengering dan memberikan efek tebal. Sifat wood filler tidak terlalu kuat menempel pada pori pori kayu jika difungsikan sebagai base coated.

Jepara Art Furnicraft Menggunakan Sanding Sealer Untuk Closed Pore

Dalam skema proses finishing closed pore, Jepara Art Furnicraft hanya menggunakan sanding sealer sebagai bahan pelapis dasar ( base coated ). Penebalan dinding permukaan kayu jelas karena penggunaan sanding sealer yang di ulang hingga 5 kali spray. Penggunaan wood filler sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai penambal jika terjadi cacat kayu yang minor. Pastikan Anda harus jeli dengan melihat bentuk dan warna setelah furniture di finishing seperti tempat tidur jati atau lemari jati. Penggunaan wood filler yang berlebih untuk melapisi permukaan akan membuat furniture cepat kusam, warna turun dan menutupi serat atau alur kayu.

Cara Finishing Furniture Kayu Closed Pore

Proses Base Coated

Kunci closed pore terdapat dalam proses pengamplasan dan penggunaan sanding sealer sebagai base coated atau pelapis dasar. Proses ini sangat memakan waktu yang sangat lama dan di ulang ulang hinga 3-5 kali sampai benar benar halus terutup. Dalam setiap spray base coated harus di amplas dengan mesin atau tangan yang dalam hingga benar benar bahan ini masuk kedalam pori pori kayu.

Proses Pewarnaan

Pewarnaan dilakukan setelah base coated benar benar teraplikasi dengan detail. Proses base coated yang asal jadi membuat pelapis warna akan turun ke dalam pori pori kayu sehingga warna furniture akan pudar.

Proses Sanding Sealer Setelah Warna

Lapisan sanding sealer setelah pewarnaan akan membuat lapisan warna melekat erat pada permukaan kayu. Proses ini juga berfungsi sebagai penahan agar lapisan warna tidak tercampur dengan bahan clear atau top coated.

Proses Clear / Top Coated

Penyemprotan clear juga harus melapisi ke seluruh permukaan furniture, jangan sampai proses clear ini tidak maksimal karena akan membuat tampilan bergelombang atau berkerut seperti kulit jeruk. Tahap demi tahap proses finishing closed pore ini akan selalu diawasi oleh tim supervisi dan Quality Control dari Jepara Art Furnicraft.

Kelebihan Finishing Closed Pore

Inilah kelebihan menggunakan tekhnik finishing closed pore yang sering digunakan oleh Jepara Art Furnicraft. Tekhnik ini harus dilakukan dengan tingkat kesabaran dan kehati hatian sangat tinggi.

Tampilan Furniture Tertutup Rapat

Tujuan utama closed pore memang menutup semua permukaan furniture hingga pori pori kayu tidak terlihat lagi. Setiap proses harus mengacu dengan target utama agar tampilan sempurna dan maksimal

Mempertahankan Warna Furniture Lebih lama

Turunnya warna furniture sangat umum disebabkan kurangnya proses base coated atau pelapisan dasar. Bisa jadi karena bahan yang digunakan atau tekhnik yang sering diloloskan. Untuk menyederhanakan budget finishing maka proses ini sering kali di kurangi atau diganti dengan wood filler. Anda harus benar benar paham jangan sampai Anda kecewa di belakang hari. Closed pore dengan base coated sanding sealer yang sempurna jelas akan menahan pelapis warna tidak masuk kedalam pori pori kayu. Inilah kenapa closed pore akan mempertahankan warna furniture.

Proteksi Furniture Lebih Maksimal

Finishing closed pore akan mempertebal lapisan furniture karena proses yang diulang ulang. Dengan lapisan finishing yang kuat tentunya akan lebih memaksimalkan fungsi finishing sebagai proteksi terhadap benturan atau gesekan. Jikapun terjadi benturan akan menghasilkan bentuk lekukan atau bekas benturan namun warna atau pelapis finishing ini akan terkelupas. Benturan ini dalam skala sewajarnya dan tanpa unsur kesengajaan untuk di benturkan atau dilukai dengan alat bantu. Pengelupasan terjadi biasanya bahan finishing atau base coated ini tidak merekat dengan baik atau hanya dilakukan 1-2 kali saja.

Lebih Mewah & Elegant

Mewah ini adalah standart relatif yang Kami nilai dari ratio penjualan dengan tingkat kepuasan pembeli. Finishing closed pore menempati posisi tertinggi dalam tingkat kepuasan. Pelanggan Kami lebih banyak menyukai furniture dengan finishing yang tertutup rapi, halus dan mewah. Jika dilihat dari tampilan, sangat jelas finishing closed pore lebih condong pada kemewahan dan memperkuat nilai kayu yang hangat dan alami.

Masih Terlihat Serat Kayu & Halus Jika Di Raba

Hasil finishing closed pore akan membuat permukaan furniture akan tetap halus, mulus, rata dan licin ketika Anda raba. Serat dan alur kayu juga masih sangat terlihat jelas terutama jika menggunakan warna natural jati. Berbeda dengan penggunaan wood filler sebagai base coated yg akan menyamarkan bahkan menutupi serat kayu.

Kelemahan Finishing Furniture Closed Pore

Proses Finishing Memakan Waktu Yang Lama

Dengan proses yang diulang ulang sehingga menghasilkan permukaan yang tebal akan membuat proses finishing lebih lama ketimbang proses open pore. Jika dalam proses terjadi kesalahan maka akan terjadi revisi total mulai dari dasar proses finishing.

Anggaran Untuk Closed Pore Cukup Mahal

Dengan base coated dari sanding sealer yang dilakukan berulang hingga 5 kali dipastikan anggaran produksi furniture lebih mahal. Inilah yang akan membedakan kualitas furniture dari Jepara Art Furnicraft.

Bagi Orang Awam Sulit Membedakan Sanding Sealer & Wood Filler

Bagi orang awam cukup sulit membedakan closed pore menggunakan pelapis dasar sanding sealer atau wood filler. Apalagi furniture dengan warna yang gelap cenderung menutupi serat kayu. Tapi bagi Anda penyuka warna furniture natural maka sangat mudah melihat perbedaan ini. Hal ini Kami jabarkan sebagai informasi edukasi sehingga calon pembeli bisa melihat secara obyektif mengenai kualitas furniture maupun kayu jati yang digunakan.

Beli Furniture Berkualitas Hanya Di Jepara Art Furnicraft

Kami selalu memberikan yang terbaik kepada Anda calon pembeli furniture. Kualitas produk furniture akan selalu Kami tingkatkan demi kepuasan pelanggan. Jadi tak perlu khawatir lagi membeli furniture jepara online maupun offline. Pastikan hanya belanja di Jepara Art Furnicraft. Karena Anda adalah Aset & Investasi yang bernilai bagi perusahaan Kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *