Uniknya Kayu Sungkai Sebagai Bahan Baku Furniture

Artikel ini Kami buat karena banyaknya pertanyaan yang masuk dari beberapa klien Jepara Art Furnicraft mengenai perbedaan serta komperasi antara sungkai, mahoni dan kayu jati. Kami berharap informasi Uniknya Kayu Sungkai Sebagai Bahan Baku Furniture ini akan membantu penilaian kayu unik ini sebagai komoditas furniture yang berkualitas. Kami akan menjabarkan kayu sungkai dalam batasan sebagai bahan baku pembuatan mebel. Artikel informatif dan edukatif ini juga berdasarkan atas pengalaman dalam mengolah mebel kayu, dimana dalam proses tersebut menemukan ciri khas, karakteristik, kelebihan dan kekurangan kayu sungkai.

Kayu Sungkai Untuk Produksi Furniture

Apa Itu Kayu Sungkai?

Kayu Sungkai Adalah kayu yang dihasilkan oleh pohon sungkai yang mempunyai nama latin Peronema canescens Jack. Mempunyai ciri khas warna dasar kayu putih kekuningan dengan corak serat mirip dengan Kayu Jati Asli. Density kepadatan kayu dalam kelas medium meskipun tergolong kayu keras dengan tektur agak kasar jika disentuh. Banyak digunakan sebagai bahan baku furniture minimalis yang banyak menonjolkan serat kayu. Dikenal juga dengan Kayu Jati Belanda atau Jati Londo walaupun nama ini juga dipakai untuk sebutan kayu pinus.

Pohon Sungkai Berasal Dari Mana?

Daerah sebaran dan habitat pohon sungkai tumbuh subur di daerah tropis. Juga banyak di temukan di Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera Bagian Selatan Dan Barat, Bengkulu Juga Jambi.

Ciri Khas Kayu Sungkai

Setiap kayu memiliki ciri khas yang berbeda tergantung varietasnya. Dalam beberapa kasus kayu sejenis pun bisa berbeda dikarenakan habitat dalam penanaman. Zat mineral yang terkandung dalam tanah, panas matahari dan perawatan merupakan faktor yang mempengaruhi warna kayu, alur kayu maupun kualitas sebagai ciri khasnya.

Warna Dasar Kayu Sungkai Mirip Kayu Jati Belanda

Warna kayu yang Kami produksi lebih dominan ke arah putih kekuning kuningan. Inilah keunikan yang dimiliki sungkai karena warna yang lebih eksotis dibandingkan kayu lainnya. Selama proses pengeringan kayu akan mengalami perubahan warna menjadi lebih kekuningan terutama jika sudah melalui proses oven kayu. Selain oven atau pengeringan, sungkai perlu di berikan zat pemutih atau biasa kami sebut white agent. Pemutih ini akan membuat warna sungkai lebih bersih dan putih merata. Proses pemutihan kayu ini yang nantinya membantu dalam proses staining atau pewarnaan kayu.

Warna Dasar Kayu Sungkai VS Kayu Jati Belanda

Alur & Corak Serat Kayu Sungkai

Mempunyai alur warna coklat abu abu yang sekilas akan mirip dengan jati. Arah serat kayu lebih cenderung lurus atau seragam membentuk pola yang teratur, berbeda dengan kayu pinus atau Jati Belanda yang lebih variatif. Jika kayu sudah melalui proses pewarnaan maka terlihat kesamaan dengan kayu jati. Meskipun secara kualitas masih kalah dengan kayu mahoni bahkan jati.

Corak Serat Kayu Sungkai

Tekstur Kayu Sungkai

Jika di komperasi dengan mahoni dan jati, maka dapat disimpulkan kayu sungkai untuk tekstur dan urat kayunya pada level medium. Mahoni cenderung lebih halus sedangkan jati akan terasa sangat kasar dan dalam. Kayu sungkai memiliki tekstur yang agak kasar dan tidak begitu dalam walaupun sudah di amplas.

Serat Kayu Sungkai Yang Agak Kasar

Density / Masa Jenis Kayu Sungkai

Untuk kepadatan kayu dan density kayu sungkai masih kalah dengan mahoni. Meskipun tergolong kayu hard wood namun kayu jenis ini cukup berongga pori porinya sehingga mudah sekali menyimpan kadar air yang berlebih. Tapi hal ini justru lebih mudah dalam proses pembakalan untuk mebel karena lebih cepat dalam proses pengeringannya. Namun kayu ini harus melalui proses oven dengan kadar MC antara 8-10 agar kayu lebih fixed atau mati tidak ada pergerakan lagi. Untuk berat dari kayu ini termasuk dalam kategori ringan sehingga dalam penggergajian kayu lebih cepat.

Tingkat Kepadatan Kayu Sungkai

Zat Kapur & Alur Minyak Kayu Sungkai

Dalam pengamatan Kami selama proses pembelahan hingga menjadi mebel layak jual, kayu jenis ini sangat minim zat kapurnya. Padahal zat kapur dan minyak kayu ini mempunyai peranan penting sebagai antibodi terhadap hama kayu seperti eter eter, bubuk ataupun rayap kayu. Munculnya blue stain atau jamur kayu juga di sinyalir karena minimnya zat esensi ini.

Kelebihan Kayu Sungkai

Dalam produksi mebel banyak sekali kelebihan dari kayu yang berwarna putih kekuningan ini. Banyaknya permintaan mebel sungkai bukti bahwa kayu ini mempunyai kelebihan dibandingkan jenis kayu lainnya. Adapun kelebihannya yang bisa Kami rangkum dibawah ini.

Kelebihan Kayu Sungkai

Warna Dasar Kayu Sungkai Unik & Natural

Ini merupakan kelebihan paling utama dengan warna putih yang unik ini akan membuat furniture terkesan lebih natural. Warna sungkai juga sangat mudah di aplikasikan dengan beberapa jenis finishing karena warna dasar yang netral. Warna dasar kayu sungkai putih kekuningan ini juga menyerupai dengan kayu jati belanda hanya saja seratnya yang berbeda. Untuk hunian berkonsep scandinavian, minimalis modern atau industrial natural merupakan segmen interior khas kayu sungkai.

Warna Dasar Kayu Sungkai Putih Kekuningan

Serat Kayu Sungkai Mirip Dengan Kayu Jati Asli

Kelebihan lainnya dari kayu sungkai ini mempunyai alur serat yang persis dengan kayu jati. Bagi Anda yang mencari furniture alternatif dari kayu jati yang lebih murah maka sungkai adalah jawabannya. Jika sudah melalui proses finishing atau pewarnaan akan sulit sekali melihat perbedaan sungkai dan jati.

Kayu Sungkai VS Kayu Jati Perhutani

Harga Kayu Sungkai Relatif Lebih Murah

Harga kayu sungkai lebih murah dibandingkan dengan mahoni apalagi kayu jati. Jadi jika Anda ingin mempunyai mebel yang berkualitas dan murah tidak ada salahnya memilih kayu ini sebagai bahan baku utamanya. Bahan baku juga mudah di dapatkan karena Indonesia merupakan penghasil sungkai terbesar.

Sebagai Bahan Pembuatan Veneer

Serat sungkai yang unik dengan warna natural putih kekuning kuningan ini banyak digunakan untuk pembuatan lapisan finishing venner. Bagi Anda yang bekerja sebagai pembuat furniture pasti sangat familiar veneer sungkai karena bahan ini sebagai alternatif kayu solid. Saran dari Kami jika Anda ingin membeli furniture harus tahu bahan kayu apakah yang digunakan. Bisa jadi mebel yang Anda beli adalah MDF dengan lapisan veneer kayu. Tampilan bagus namun tidak akan sekuat dari kayu sungkai solid yang asli.

Veneer Dari Kayu Sungkai

Kekurangan Kayu Sungkai

Setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan, agar lebih fair maka Kami akan memberikan juga informasi kekurangan dari kayu dengan julukan jati bule ini. Kelebihan dan kekurangan ini bersifat edukasi agar Anda lebih bijak menentukan kayu mana yang akan di jadikan mebel untuk rumah Anda.

Mudah Sekali Terkena Hama Kayu

Minimnya zat kapur dan minyak kayu akan membuat kayu ini lebih mudah di hinggapi hama kayu. Boleh jadi warnanya unik juga serat kayu yang hampir mirip seperti jati, tapi kekurangan ini patut Anda pertimbangkan. Tapi jangan khawatir karena dalam setiap proses produksi mebel dari sungkai selalu kami fumigasi atau pemberian obat anti hama. Obat hama untuk kayu ini banyak sekali jenisnya, mulai dari lantrex ataupun DTM yang fungsinya sama namun tingkat efektifitasnya yang berbeda. Pemberian obat atau chemical treatment ini dilakukan beberapa kali mulai dari proses pengeringan hingga sebelum pemberian lapisan base coated.

Kadar Air Kayu Sungkai Yang Berlebih

Kayu ini memiliki kadar air atau Moisture Content cukup besar akibat dari density yang tidak terlalu padat. Habitat di daerah tropis dengan curah hujan sedang ke tinggi membuat kayu ini sangat lembab. Proses oven merupakan solusi utama yang tepat untuk menurunkan kadar MC lebih cepat. Khusus untuk sungkai agar lebih aman harus mencapai kadar MC 8-10. Berbeda dengan jati yang cukup mencapai angka maksimal MC 12.

Sambungan Papan Yang Kecil

Umumnya untuk kayu jati dari perhutani bisa menggunakan sambungan papan 15-20 cm per papan, tapi untuk sungkai tidak bisa. Sambungan papan penampang yang lebar akan memungkinkan kayu mudah bergerak dan memuai. Pori pori yang berongga dan density rendah ini membuat papanan komponen kayu sungkai harus dibawah 10 cm agar tetap fixed. Kontruksi sambungan juga harus menggunakan tekhnik isian dan finger joint atau gigi buaya.

Model Furniture Untuk Kayu Sungkai

Warna yang unik, tropical dan alami sangat cocok untuk di jadikan furniture dengan desain scaandinavian modern atau konsep industrial. Bisa juga di aplikasikan dengan desain minimalis modern yang lebih menonjolkan  warna natural kayu. Maraknya kedai kopi juga cafe bergaya scandinavian  membuat permintaan furniture berbahan kayu sungkai menjadi tinggi. Meja Kursi Cafe dari kayu sungkai menjadi incaran para pemilik bisnis karena warna yang natural dan eksotis.

Finishing Untuk Furniture Kayu Sungkai

Tidak lengkap rasanya jika tidak membahas jenis finishing yang cocok untuk kayu yang unik ini. Hampir semua jenis finishing bisa masuk untuk sungkai, namun beberapa jenis finishing ini mungkin yang terbaik sesuai pengalaman selama produksi mebel sungkai.

Finishing Open Pore NC

Merupakan finishing dengan bahan pelarut thiner atau solvent base. Jenis finishing open pore ini merupakan yang terbaik karena pori pori kayu sengaja tidak di tutup secara sempurna. Tekstur serat kayu akan terasa dengan sentuhan tangan ketika menyentuh permukaan mebel. Open pore juga lebih memperlihatkan keunikan dari serat sungkai. Warna untuk open pore bisa dengan warna netral atau natural dan warna salak muda yang di harapkan mirip dengan kayu jati.

Finishing Wash Smooth Rustic

Untuk jenis finishing yang cocok selanjutnya yaitu dengan tekhnik smooth rustic dengan sentuhan wash. Rustic akan membentuk serat kayu lebih dalam, sedangkan wash ini merupakan cat tembok yang akan mengisi di sela kayu yang rusak akibat rustik. Beberapa project dari Jepara Art Furnicraft sudah menggunakan jenis finishing konsep wash rustic.

Finishing Waterbase

Sama seperti halnya wash, finishing waterbase menggunakan media air sebagai pelarut. Hasil yang di dapatkan lebih natural dan lebih memperjelas warna dasar kayu sungkai yang putih. Lapisan waterbase ini akan melindungi permukaan furniture namun tetap masih terasa tekstur kasar dan warna dasarnya.

Kesimpulan Kayu Sungkai Untuk Furniture

Kayu sungkai merupakan bahan baku untuk komoditas furniture yang berkualitas sebagai alternatif pengganti jati. Warna & serat kayu yang unik dan natural memikat banyak hati orang terbukti dengan beberapa project cafe yang terkenal menggunakan kayu ini. Jika di finishing dengan warna salak muda atau walnut maka akan sulit melihat perbedaan sungkai dan jati. Harga yang relatif lebih murah ketimbang mahoni terlebih jati. Kelebihan dan kekurangan dari sungkai merupakan faktor yang saling melengkapi jika dalam proses produksi di kelola dengan benar dan tepat.

Review Kayu Sungkai Di Youtube Channel JAF

Silahkan Anda melihat video di youtube channel Jepara Art Furnicraft mengenai review & komperasi antara sungkai dan jati. Video ini akan memberikan edukasi kepada Anda sebelum memutuskan furniture seperti apakah yang nanti akan mengisi rumah atau tempat kerja Anda. Subsrice karena subscribe gratis dan Anda akan mendapatkan informasi bermanfaat yang bisa di jadikan referensi & edukasi.

Beli Mebel Sungkai Di Jepara Art Furnicraft

Kami memberikan kebebasan bagi Anda untuk memilih furniture jepara baik dari segi desain, jenis kayu maupun jenis finishingnya. Jepara Art Furnicraft mempunyai orientasi terhadap kepuasan pelanggan, karena Anda adalah aset juga investasi yang paling berharga. Jika Anda membutuhkan furniture dari kayu sungkai atau kursi tamu jati jangan ragu untuk konsultasi langsung melalui WA 082323303666. Atau bisa kunjungi langsung ke workshop dan office di Jl. Cik Lanang No. 25 RT 15 RW 05 Desa Jobokuto Jepara Jawa Tengah.

Jenis Kayu Selain Sungkai Untuk Pembuatan Furniture

Dibawah ini refensi beberapa jenis kayu selain sungkai yang cocok untuk pembuatan furniture berkualitas. Semoga membantu Anda sebelum memutuskan membeli furniture dari kayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *