Sejarah Perkembangan Desain Skandinavian Pada Furniture

Sejarah Perkembangan Desain Skandinavian Di Indonesia

Berikut sejarah perkembangan desain skandinavian yang viral di Indonesia pada tahun 2017. Yang hingga sekarang desain ini semakin populer dan diminati. Tak heran karena desain skandinavian menitik beratkan pada fungsional interior. Tidak hanya itu, warna soft ceria dengan kesederhanaan dan kehangatan dalam rumah. Yang mulai dikenal di Indonesia pada 1960an dengan sebutan mid century, vintage atau retro. Meskipun terjadi kontemporasi namun fungsionalitas dan kesederhaan masih kental terasa. Tapi tahukah Anda Sejarah Perkembangan Desain Skandinavian?. Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Desain Skandinavian Mulai Di Kenal Tahun 1950

Sejarah perkembangan desain skandinavian baik rumah dan interior mulai di kenal pada 1950an di Amerika dan Kanada. Tepatnya pada tahun 1954 terdapat pameran di Museum Broklyn yang bertajuk Desain Skandinavian. Desain ini banyak di pengaruhi oleh kebudayaan dan nilai luhur bangsa Nordic di Eropa Utara. Kesederhanaan dan fungsionalitas sangat penting selain kehangatan dalam kehidupan sosialnya. .

Budaya Eropa Utara Yang Sederhana & Ramah Lingkungan

Mata Pencaharian negara skandinavia seperti Denmark, Finlandia, Swedia, dan Islandia ini lebih mengandalkan hasil bumi dari pertanian & peternakan. Dengan kehidupan sosial dan budaya yang mengikuti gaya hidup petani dan peternak. Sebagai bangsa yang mencintai alam dan kesederhanaan inilah yang menjadi dasar kenapa desain interior skandinavian identik natural, sederhana, fungsional & ramah lingkungan.

Desain Yang Mudah Di Terima & Memikat Hati

Tak butuh lama bagi desain skandinavian ini memikat hati banyak orang di Amerika dan kanada. Dengan mengusung tema keindahan, kesederhaan, fungsionalitas. Yang pada saat itu di terima banyak kalangan karena lebih elegant dan indah. Di Indonesia sendiri dikenal dengan mid century, ataupun retro yang tenar di awal tahun 1960 an. Meski sebatas furniture, namun desain skandinavian ini mempengaruhi perubahan desain. Salah satunya desain furniture klasik kolonial yang saat itu mendominasi. Bagi Anda yang mengikuti sejarah desain skandinavia pasti ingat sebutan furnitur jengki yang fenomenal. Meskipun sudah melalui kontemporasi desain namun kental dengan nuansa sederhana yang minimalis.

Desain Skandinavian Yang Fungsional Dan Efisien

Para desainer di skandinavian dalam merancang interior, atau furniture lebih tertuju pada efektifitas. Yang juga fungsionalitas, tahan lama namun dengan harga yang efisien. Walaupun efisien namun tidak mengurangi dari aspek estetika skandinavian. Justru desain ini sengaja memperlihatkan kontruksi yang tepat dan efektif. Contohnya dalam pembuatan furniture harus se efektif mungkin dalam penggunaannya.

Efisiensi Sumber Energi Dalam Rumah

Efisiensi menjadi syarat utama dalam pembuatan desain skandinavian. Karena kesadaran bangsa Nordik akan kerusakan Perang Dunia 2 menjadi landasan utamanya. Misalnya elemen pencahayaan sangat penting dalam desain ini. Mengatur lay out interior yang lebih terang dengan penggunaan lampu yang di minimalkan. Kesan hangat dan nyaman akan selalu terasa pada interior skandinavian.

Desain Furniture Skandinavia Dari Hans J. Wegner

Salah satu desainer sejarah perkembangan desain skandinavian yang paling terkenal yaitu Hans Wegner. Pada artikel selanjutnya Kami bahas tentang biografi dan beberapa furniture hasil karya Wegner. Sedikit menyinggung karena Hans Wegner bagian sejarah desain skandinavia itu sendiri. Spesialis kursi minimalis dengan desain yang menggunakan bahan minimalis namun efisien. Beberapa kursi yang paling fenomenal yaitu Wishbone & Elbow.

Jual Furniture Desain Skandinavian

Jika Anda membutuhkan furniture desain skandinavian, mid century ataupun retro vintage. Bisa anda menghubungi kami langsung di Jepara Art Furnicraft. Koleksi Mebel Jepara Terbaru dari kayu jati terbaik perhutani yang kuat dan proporsional. Hubungi tim produksi di whatsapp 082323303666.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *